Tanaman Kecubung dan Manfaatnya Untuk Tubuh

Buah kecubung

Buah kecubung

Buah kecubung

Buah kecubung

Hampir semua bagian dari tanaman kecubung dapat digunakan sebagai obat termasuk diantaranya daun, bunga dan juga buah kecubung. Itu karena di dalam tanaman kecubung mengandung hyosciamin, astropin dan scopolamine, ketiga zat ini mempunyai sifat antikolinergik yang biasanya digunakan oleh dunia farmasi untuk memberikan efek tenang.

Kandungan dalam tanaman Kecubung

Kandungan senyawa alkaloid ditemukan hampir di setiap bagian tanaman, termasuk diantaranya biji, buah, bunga, daun, tangaki dan juga akar. Kandungan terbesar alkaloid ditemukan dalam akar dan juga biji. Adapun kandungan senyawa dalam tanaman kecubung terdiri dari skopolamin, hiosiamin, dan yang terakhir adalah atropine, kandungan ini mempunyai sifat antikhilonergik. Tanaman kecubung juga mengandung nikotina, kuskohigrina, norskopolamina, norhiosiamina, meteloidina, kalsium oksalat, zat lemak dan hiosin.  Khasit yang satu ini akan memberikan efek tenang pada mereka yang menggunakannya.

Manfaat tanaman kecubung

Menggunakan tanaman ini tidak bisa sembarangan, salah penanganan akibatnya berbahaya.  Akan tetapi jika penggunaanya sesuai dengan dosis, efeknya tidak akan berbahaya malah dapat menyehatkan tubuh, berikut ini adalah beberapa manfaatyang akan Anda peroleh ketika menggunakan atau mengkonsumsi tanaman kecubung :

  1. Obat bius

Tanaman kecubung dapat Anda gunakan sebagai obat bius. Caranya adalah dengan menyangrai biji kecubung sama seperti menyangrai kopi, kemudian tumbuk hingga halus. Dikonsumsi skala sedikit tentunya akan memberikan efek tetang pada orang yang mengkonsumsinya, namun jika mengkonsumsi terlalu berlebihan dapat mengakibatkan mabuk, bahkan hingga berhari-hari. Untuk menetralisirnya Anda dapat mengkonsumsi kopi yang sangat kental, atau dapat mengkonsumsi campuran jahe dan air kelapa.

  1. Dapat mengobati asma

Untuk Anda yang mempunyai penyakit asma, terutama Anda yang sudah dewasa, dapat menggunakan 2 lembar daun kecubung yang sudah kering, atau bunga kecubung kering. Daun atau bunga ini dilinting, kemudian dibakar. Anda cukup menghisap asap yang keluar dari daun atau bunga tersebut. Mengkonsumsi obat ini sebaiknya tidak lebih dari 1 batang, dalam jangka waktu 6 jam. Efek yang akan ditimbulkan jika mengkonsumsi tanaman ini dalam jumlah berlebih adalah ketagihan. Kecubung ini mempunyai kandungan skopolamin /alkaloid dan hipociamin, kedua kandungan ini mampu melebarkan kembali saluran pernafasan akibat penyakit asma. Anda juga dapat merebus akar kecubung ditambah jahe untuk mengobati penyakit asma ini.

  1. Obat kolera

Tanaman ini juga dapat Anda gunakan utnuk mengatasi penyakit kolera. Cara menggunakan tanaman ini adalah dengan menggunakan akar kecubung yang memiliki bunga berwarna ungu, kemudian cuci bersih. Potong-potong akar tersebut dan rebus bersama 2 gelas air. Rebus hingga tersisa setengahnya, lalu angkat dan tiriskan. Anda dapat menyaring minuman ini dan mengkonsumsi 2 kali sehari, 2 sendok makan. Untuk mengurangi rasa pahit, Anda dapat mengkonsumsi madu. Kandungan alkaloida dalam akar jauh lebih rendah dibandingkan dengan daun dan bunga. Selain itu kandungan scopolamine, hyosiciamin dan alkaloida atropine mampu memberikan efek tenang pada syaraf yang tegang.

  1. Obat diare

Jika Anda saat ini sedang menderita diare, maka Anda juga dapat mengkonsumsi rebusan akar kecubung. Caranya sama seperti membuat racikan utnuk kolera.  Mengkonsumi dalam jumlah yang pas tentunya akan membuat diare cepat sembuh.

  1. Obat eksim

Tanaman kecubung juga dapat nda gunakan untuk mengobati eksim. Caranya adalah dengan menghancurkan daun kecubung hingga halus, kemudian campurkan dengan minyak kelapa yang sudah dipanaskan hingga mendidih. Kemudian oleskan kedua ramuan tersebut pada bagian yang terkena eksim selagi ramuan hangat. Anda dapat melakukan cara ini hingga beberapa hari hingga penyakit ini selesai.

Demikianlah beberapa manfaat dari tanaman kecubung, termasuk diantaranya daun, bunga, akar dan buah kecubung, semoga artikel ini bermanfat untuk Anda semua.

Pencarian Terkait

Tags:
author

Author: 

Related Posts